<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9212564547014288640</id><updated>2012-01-02T22:48:26.541+07:00</updated><title type='text'>RAFI PIN PRODUCTION</title><subtitle type='html'>Rental Komputer, Pengetikan, Print Digital, Pembuatan Pin/Gantungan Kunci, Instalasi LAN</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://raficomputer.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raficomputer.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>RAFI COMPUTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15586694593084359235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-CtPVesIom5Q/TuhswMxiSHI/AAAAAAAAABc/vsFJthwLQQs/s220/6772_1130300736588_1199336455_30358324_6250320_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9212564547014288640.post-8660859716517561260</id><published>2010-01-26T13:07:00.000+07:00</published><updated>2010-01-26T13:09:14.439+07:00</updated><title type='text'>Taushiyah Aa Gym: Bersahabat dengan Anak</title><content type='html'>Setiap anak pasti pasti akan berbuat salah. Tugas orangtua bukan untuk menyalahkan, tapi menyemangati agar mereka bisa bangkit dan memperbaiki kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Aa dan istri sempat dibuat cemas. Sebabnya, salah seorang anak laki-laki kami yang sudah beranjak remaja tidak pulang tepat waktu seperti biasanya. Padahal saat itu hari sudah malam. Tidak ada seorang pun orang rumah yang tahu ke mana ia pergi, termasuk para santri. Biasanya anak itu selalu meminta izin atau memberitahukan terlebih dulu bila hendak bepergian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, beberapa saat setelah itu ia datang. Selidik punya selidik ternyata anak saya itu pergi bersama teman-temannya ke pasar Inpres untuk membeli makanan. Ingin rasanya saya marah. Tapi saya sadar bahwa marah tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan membuat masalah makin rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya mengajak dia berdialog. Ternyata dengan dialog yang dikemas secara santun dan tidak menghakimi, permasalahan bisa diselesaikan dengan baik. Anak mau terbuka, mau mengakui kesalahan, bahkan dengan kesadaran sendiri ia mau mempertanggungjawabkan kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, kita harus selalu berlaku bijak dalam menyikapi perilaku anak-anak kita. Sebabnya, setiap fase pertumbuhan anak membutuhkan cara mendidik dan cara mengarahkan yang berbeda. Fase bayi tidak bisa didekati dengan pola pendidikan untuk usia tiga tahun. Begitupula pola pendidikan untuk anak usai tiga tahun tidak bisa dipakai untuk anak usia lima atau enam tahun. Demikian pula ketika mengadapi anak yang sudah remaja alias ABG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada peran-peran tertentu yang harus dimainkan orangtua dalam mendidik anaknya. Menghadapi anak yang telah remaja misalnya, orangtua harus bisa memposisikan dirinya sebagai teman. Jalin komunikasi dengan mereka layaknya kepada teman, karena anak seusia itu membutuhkan teman untuk berkomunikasi dan tempat curhat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana memulainya? Pertama, terapkanlah prinsip Aku Bukan Ancaman Bagimu saat berhubungan dengan anak. Hal ini sangat penting, karena seseorang berubah karena paham. Paham itu datang karena adanya komunikasi. Dan komunikasi itu akan baik kalau ada rasa aman. Bila anak sudah merasa aman atau nyaman berkomunikasi dengan kita, maka ia akan lebih terbuka. Ketika melakukan kesalahan, biasanya ia akan dengan sukarela mengaku pada orangtuanya. Sebaliknya, kalau mereka sudah takut dan merasa terancam, maka komunikasi pun tidak akan berlangsung baik. Karena itu, bertanyalah selalu, apakah anak-anak merasa aman berkomunikasi dengan kita atau tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ciptakan komunikasi suportif, menyemangati, dan tidak melemahkan. Setiap anak pasti akan berbuat salah. Dalam kondisi seperti ini posisi orangtua, idealnya, bukan sebagai pihak yang menyalahkan, tapi sebagai pihak yang menyemangati si anak agar bisa bangkit dan memperbaiki kesalahannya. Ingat kisah seorang anak yang mengadu pada bapaknya, "Maaf Pak, nilai saya empat". Lalu dijawab oleh Bapaknya, "Hah, empat? Hebat dong, Bapak dulu dapat 3,5. Bapak malu, tapi setelah itu jadi rajin belajar, berusaha belajar mati-matian. Eh setelah itu jadi bintang kelas. Ayo bangkit, belajar sunggung-sungguh!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, terbuka dan suka dikoreksi. Jangan malu mengakui kesalahan atau kekurangan diri. Jangan ragu untuk belajar pada anak, jika memang mereka memiliki ilmu yang belum kita miliki. "Ayo Nak, kasih masukan pada Bapak!". Maka, di sinilah pentingnya kita mengembangkan dialog yang jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit orangtua yang memaksakan anaknya untuk selalu menerima pendapat atau jalan pikiran sendiri. Bila berkomunikasi, tanpa sadar mereka menerapkan komunikasi satu arah; "saya bicara, kamu mendengar". Yang lebih tepat justru "kamu bicara, saya mendengar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap otoriter berpotensi menghancurkan harga diri anak. Bila dibiarkan berlarut-larut si anak akan memiliki pandangan negatif terhadap diri dan orangtuanya. Lebih fatal lagi, mereka bisa menunjukkan sikap melawan, baik secara terselubung maupun terang-terangan. Anak pun menjadi takut untuk mengambil keputusan, kurang percaya diri, mudah sakit, dan menjadi emosional akibat tekanan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, jika terjadi perbedaan pendapat, pendekatan demokratis dan terbuka jauh lebih bijaksana. Salah satu caranya adalah dengan membangun rasa saling pengertian, di mana masing-masing pihak berusaha memahami sudut pandang pihak lain. Di sini, lagi-lagi orangtua yang harus mengawali. Wallahu a'lam bish-shawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9212564547014288640-8660859716517561260?l=raficomputer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raficomputer.blogspot.com/feeds/8660859716517561260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9212564547014288640&amp;postID=8660859716517561260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/8660859716517561260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/8660859716517561260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raficomputer.blogspot.com/2010/01/taushiyah-aa-gym-bersahabat-dengan-anak.html' title='Taushiyah Aa Gym: Bersahabat dengan Anak'/><author><name>RAFI COMPUTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15586694593084359235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-CtPVesIom5Q/TuhswMxiSHI/AAAAAAAAABc/vsFJthwLQQs/s220/6772_1130300736588_1199336455_30358324_6250320_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9212564547014288640.post-4035152097758104124</id><published>2010-01-11T16:15:00.001+07:00</published><updated>2010-01-11T16:19:10.685+07:00</updated><title type='text'>KESEHARIAN RASULULLAH ADALAH POLA HIDUP TERBAIK KITA</title><content type='html'>&lt;table style="border-collapse: collapse;" id="AutoNumber3" width="100%" border="0" bordercolor="#ffffff" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" height="100%"&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Wingdings;  panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-charset:2;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p  {mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0cm;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:297419883;  mso-list-template-ids:434956104;} @list l0:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:&amp;#61623;;  mso-level-tab-stop:45.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:45.0pt;  text-indent:-18.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt; &lt;p&gt;Ternyata, pola makan (termasuk dalam pola hidup sehat) Rasulullah merupakan salah satu aspek kehidupan yang patut kita tiru dari beliau. Beliau terbukti memilIki tubuh yang sehat, kuat, dan bugar.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Beliau bangun sebelum subuh untuk Qiymul lail, sehingga asupan awal ke tubuh beliau adalah udara sepertiga malam terakhir. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pakar kesehatan menyatakan bahwa udara pada waktu ini sangat kaya akan oksigen, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh, yang berpengaruh terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya sehari penuh. Itulah sebabnya orang yang yang memulai aktivitas dengan bangun subuh, biasanya menjalani hari dengan penuh semangat dan optimis. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di pagi hari, Beliau menggunakan siwak untuk kesehatan mulut dan giginya. Siwak mengandung fluor alami yang sangat bermanfaat untuk kesehatan gigi dan gusi. Saat ini, ekstrak siwak dapat kita temui dalam pasta gigi, sehingga mudah untuk kita gunakan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin dicampur sesendok madu asli yang luar biasa khasiatnya. Dalam Al-Quran, madu merupakan syifaa(obat) isim nakhiroh(menyeluruh) atas berbagai penyakit. Madu juga mengandung mikronutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masuk waktu dhuha(pagi menjelang siang), Rasulullah senantiasa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa’ (matang). Rasulullah pernah bersabda, “ Barang siapa makan tujuh butir kurma, maka akan terlindung dari racun”. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjelang sore hari, menu Rasulullah adalah cuka dan minyak zaitun yang dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti. Manfaatnya, diantaranya : mencegah lemah tulang, mencegah kepikunan, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol, melancarkan perncernaan, dll. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah makan, Beliau tidak langsung tidur. Beliau beraktivitas dahulu sehingga makanan yang dikonsumsi masuk ke lambung dengan cepat dan mudah dicerna. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beberapa jenis makanan yang disukai Rasulullah tetapi Beliau tidak rutin mengkonsumsinya antara lain : tsarid (campuran roti daging dengan kuah air masak), buah yaqthin (labu air), buah anggur, dan hilbah (susu). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasulullah sering menyempatkan diri berolahraga, terkadang sambil bermain dengan anak dan cucunya. Olahraga diakui oleh para pakar kesehatan sangat bermanfaat bagi tubuh &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasulullah tidak menganjurkan umatnya untuk bergadang. Beliau tidak menyukai berbincang dan makan sesudah waktu isya. Beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Karena istirahat yang cukup, seperti tidur yang merupakan hak tubuh, dibutuhkan oleh tubuh. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inti pola konsumsi Rasulullah adalah menghindari isrof (berlebihan) dalam makan dan minum. Beliau tidak pernah melakukan idkhol at thoam ‘ala thoam (makan lagi sesudah kenyang). Beliau menekankan bahwa assyab’u (kenyang) bukanlah al imtila’ (memenuhi perut dengan makanan. Kenyang yang sebenarnya adalah tercukupinya tubuh oleh zat-zat yang dibutuhkannya sesuai dengan proporsi dan ukurannya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Alhamdulillah, itu tadi sedikit informasi mengenai pola hidup sehat Rasulullah yang berkaitan dengan pola makan Beliau. Di tengah pudarnya semangat mengikuti sunnah Beliau, sedikit pengetahuan ini mudah-mudahan bisa menjadi spirit kita untuk memulai menghidupkannya kembali. Apalagi pola hidup tersebut terbukti bisa dipertanggungjawabkan secara medis.&lt;br /&gt;Mari kita mulai merubah kebiasaan buruk pola hidup kita sama2&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9212564547014288640-4035152097758104124?l=raficomputer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raficomputer.blogspot.com/feeds/4035152097758104124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9212564547014288640&amp;postID=4035152097758104124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/4035152097758104124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/4035152097758104124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raficomputer.blogspot.com/2010/01/keseharian-rasulullah-adalah-pola-hidup.html' title='KESEHARIAN RASULULLAH ADALAH POLA HIDUP TERBAIK KITA'/><author><name>RAFI COMPUTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15586694593084359235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-CtPVesIom5Q/TuhswMxiSHI/AAAAAAAAABc/vsFJthwLQQs/s220/6772_1130300736588_1199336455_30358324_6250320_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9212564547014288640.post-2068858351266230192</id><published>2010-01-05T18:08:00.002+07:00</published><updated>2010-01-05T18:08:51.803+07:00</updated><title type='text'>Menasihati orangtua yang Otoriter</title><content type='html'>&lt;p&gt;Soal&lt;br /&gt;Saya mau nanya, bagaimana cara menegur orang tua yang otoriter, maunya menang sendiri dan sifatnya sulit untuk diubah. Sementara sebagai anak harus selalu taat pada orang tua bagaimana pun keadaannya?&lt;span id="more-175"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; Jawab&lt;br /&gt;Memang benar seorang anak pada prinsipnya harus mentaati kedua orang tuanya. Tetapi persoalan taat ini terbatas pada persoalan yang bersifat mubah, tidak ada larangan dari Allah dan RasulNya. Sementara jika ada larangan dari Allah atau RasulNya, maka tidak diizinkan mentaatinya sebagaimana firma Allah, ”Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik” (QS Luqman:15)&lt;br /&gt;Mempergauli dengan baik di dalam ayat di atas maksudnya adalah bersikap hormat kepada mereka dalam pergaulan. Di antara wujud hormat seorang anak kepada orang tua adalah memegang amanah orang tua, mendahulukan orang tua ketika makan, mentaati perintah dan larangan orang tua, mengutamakan pendapat orang tua atas pendapatnya sendiri, bersikap sopan saat berbicara, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Penghormatan kepada orang tua di sini tidak menutup kemungkinan memberikan pertimbangan-pertimbangan terhadap kebijakan orang tua, jika ia melihat ada sesuatu yang lebih baik. Tentu kita boleh saja memberikan pertimbangan, bukan untuk menggurui. Yang perlu diingat, dalam menyampaikan tentunya menjaga adab yang baik, penuh rasa hormat dan tawadlu’. Tetapi jika kemudian orang tua memilih sesuai dengan pilihannya sendiri, kewajiban anak adalah mentaatinya.&lt;br /&gt;Memberi pertimbangan atau menasihati orang tua tidak sama seperti menasihati orang muda. Apalagi menegur, misalnya menegur untuk shalat. Cara yang digunakan mestilah sesuai supaya tidak menyinggung perasaan mereka.&lt;br /&gt;Di sini ingin kami tambahkan, untuk memberi pertimbangan kepada orang tua kadang-kadang memerlukan bantuan dari orang yang dihormati oleh orang tua, baik karena kedudukan, atau usianya lebih tua. Untuk itu ada baiknya Anda memohon bantuan kepada mereka yang dihormati orang tua Anda untuk ikut serta memberikan masukan saran atau nasihat kepada orang tua Anda. Tetapi tentunya dengan menjaga agar orang ketiga ini tidak terlalu masuk ke dalam urusan orang tua, sekedar membuka wacana bagi orang tua saja.&lt;br /&gt;Atau jika mungkin diberikan bahan-bahan bacaan, persilakan orang tua untuk membaca bahan-bahan yang bermanfaat.&lt;br /&gt;Yang terakhir, selalu do’akanlah orang tua Anda, semoga Allah memberikan hidayah kepadanya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9212564547014288640-2068858351266230192?l=raficomputer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raficomputer.blogspot.com/feeds/2068858351266230192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9212564547014288640&amp;postID=2068858351266230192' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/2068858351266230192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/2068858351266230192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raficomputer.blogspot.com/2010/01/menasihati-orangtua-yang-otoriter.html' title='Menasihati orangtua yang Otoriter'/><author><name>RAFI COMPUTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15586694593084359235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-CtPVesIom5Q/TuhswMxiSHI/AAAAAAAAABc/vsFJthwLQQs/s220/6772_1130300736588_1199336455_30358324_6250320_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9212564547014288640.post-7051730409114289547</id><published>2010-01-05T13:30:00.002+07:00</published><updated>2010-01-05T13:30:46.100+07:00</updated><title type='text'>Benarkah Kita telah Menjadi Khilafah?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bismillaahirrohmaanirrohim&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh kita berandai-andai, seandainya saja dulu Nabi Adam as dan istrinya Hawa tidak terperangkap dalam bujuk rayu iblis laknatullah untuk melanggar larangan Allah memakan buah terlarang, mungkin umat manusia termasuk kita sedang bersenang-senang dalam surga dan menikmati segala fasilitas yang Allah berikan. Tapi mungkin juga kita tak pernah ada dan tak pernah dilahirkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada hikmah tersendiri dalam “pengusiran” Nabiyullah Adam Alaihissalam dan Hawa dari surga. Hikmah itu adalah bahwa makhluk yang bernama manusia, lebih bisa menghargai akal pemberian Allah Azza Wa Jalla. Dengan anugerah akal yang diberikan Allah kepadanya lebih bisa membedakan dirinya dengan makhluk-makhluk lain, dimana ia bisa berkreasi dan berkreatifitas untuk mempertahankan hidupnya, manusia bisa mengolah alam semesta, memakmurkannya dan mengambil apapun daripadanya untuk kepentingan dirinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kini, setelah ribuan tahun silam manusia diturunkan Allah dari surga-Nya, kita bisa melihat betapa pesatnya perkembangan manusia dalam memakmurkan dunia. Kita telah berhasil menjadi khalifah (pemimpin) dunia karena ternyata makhluk apapun yang ada di dunia ini bisa kita “kendalikan” dengan kemampuan akal yang kita miliki. Dengan kekuatan akal pula, kita mampu menciptakan apapun yang kita inginkan untuk menopang dan meningkatkan taraf hidup kita di dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi benarkah kita telah berhasil menjadi khalifah di bumi Allah ini? Sebuah pertanyaan yang mesti kita jawab sendiri dalam benak kita. Karena di satu sisi kita bisa melihat bagaimana alam ini terlihat lebih semarak dengan berbagai ciptaan manusia, tapi ternyata di sisi lain kita juga menemukan banyak sekali kerusakan alam yang timbul akibat ulah kita. Dengan dalih memanfaatkan sumber daya alam, kita eksploitasi kekayaan alam secara berlebihan, kita tebangi pepohonan untuk diambil kayunya tanpa pernah lagi kita lakukan penanaman kembali, kita keruk bumi sampai ke perutnya untuk mencari logam-logam mulia dan bijih-bijih yang menghasilkan uang tanpa pernah kita pikirkan efek samping dan akibat yang timbul daripadanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cobalah lihat dengan mata kepala dan mata hati yang kita miliki, betapa ternyata dengan ulah kita sendiri secara tidak langsung kita telah membunuh dan menghabisi nyawa orang-orang tak berdosa. Demi keuntungan berlipat kita tebangi pepohonan di hutan dan pegunungan, tanpa kita sadari akan ada ancaman banjir yang bisa menghilangkan nyawa ribuan orang saudara kita. Kita bangun pabrik-pabrik, dan kita alirkan limbahnya ke sungai-sungai yang ada tanpa kita sadari berapa banyak orang dan makhluk hidup lainnya yang terancam kehidupannya. Demi ego yang tinggi kita ciptakan senjata dan perang, tanpa pernah terpikir oleh kita, berapa ribu umat manusia yang bisa menjadi korban atas kekejamannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, benarkah kita sudah menjadi khalifah yang baik sesuai apa yang diharapkan oleh-Nya?? Apa bedanya kita dengan makhluk-makhluk ciptaan Allah yang ada sebelum kita yang menurut para malaikat senantiasa menumpahkan darah di muka bumi ini? Sampai kapan kita akan terus memanjakan ego kita tanpa pernah melihat apa, siapa dan bagaimana akibat yang timbul dari ego yang kita miliki.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9212564547014288640-7051730409114289547?l=raficomputer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raficomputer.blogspot.com/feeds/7051730409114289547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9212564547014288640&amp;postID=7051730409114289547' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/7051730409114289547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/7051730409114289547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raficomputer.blogspot.com/2010/01/benarkah-kita-telah-menjadi-khilafah.html' title='Benarkah Kita telah Menjadi Khilafah?'/><author><name>RAFI COMPUTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15586694593084359235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-CtPVesIom5Q/TuhswMxiSHI/AAAAAAAAABc/vsFJthwLQQs/s220/6772_1130300736588_1199336455_30358324_6250320_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9212564547014288640.post-8926404246902697760</id><published>2009-12-24T21:49:00.002+07:00</published><updated>2009-12-24T21:49:49.455+07:00</updated><title type='text'>Fokuslah Bila Ingin Hebat</title><content type='html'>&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="byline"&gt; Today at 9:27pm&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt;Jika Anda ingin menjadi master di bidang tertentu ingatlah kata-kata ini: berfokuslah pada satu hal atau keterampilan dengan kesetiaan tanpa henti untuk terus melakukan perbaikan, dan berkeinginan kita menjadi yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus, perbaikan tiada henti dan keinginan kuat menjadi yang terbaik adalah bahan bakar utama untuk menjadi seorang spesialis. Dan sebagian mayoritas orang besar berasal dari seorang spesialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.J. Habibie adalah seorang spesialis di bidang pesawat terbang. Apakah kesuksesannya murni merupakan karunia alam? Tentu saja jawabannya tidak. Ia mengambil apa yang diberikan alam kepadanya dan menjalankan formula tadi; fokus ditambah perbaikan terus tiada henti dan keinginan kuat untuk menjadi yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki kelahiran Pare-Pare ini tidak ingin menjadi yang terbaik di lima bidang yang berbeda. Misalnya, ia tidak ingin ahli di bidang kereta api atau kendaraan beroda empat. Mantan Presiden RI ketiga ini hanya ingin hebat pada bidang pesawat terbang.&lt;br /&gt;Dan ia berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael Jordan fokus pada basket. Cristiano Ronaldo fokus pada sepakbola. Muhamad Yunus fokus pada microfinance. Bill Gates fokus pada software evelopment computer, Dedi Mizwar fokus pada film. Yusuf Mansur fokus pada ilmu sedekah. Hermawan Kertajaya fokus pada dunia marketing. Mereka dan banyak orang lainnya tidak memecah fokus yang ditekuninya. Dan mereka berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thomas A Edison mendaftarkan 1.093 paten. Ia juga menemukan bola lampu hingga gramofon. Lelaki yang pernah dicap idiot oleh gurunya ini tidak mencoba untuk menjadi pedagang besar, penyair terkenal, dan musisi ternama. Ia hanya berfokus pada penemuan-penemuannya. Ia juga memperbaikinya setiap hari. Dan selalu terdorong untuk menjadi penemu hebat dan memberi manfaat bagi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, ia membiarkan waktu yang menciptakan keajaiban. Dan ternyata, keberhasilan mengetuk pintu bagi orang-orang yang memang fokus pada bidangnya. Mereka para spesialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda ingat akan kisah Pablo Picasso. Suatu hari, seorang wanita melihatnya di pasar dan ia mengambil secarik kertas. ”Tuan Picasso, saya adalah penggemar Anda. Maukah Anda menggambar sedikit untuk saya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Picasso dengan gembira memenuhi permintaan itu dan menggoreskan sebentuk seni di atas kertas yang diberikan. Sambil tersenyum ia mengembalikan kertas itu sambil berkata, ”Nilai kertas ini bisa jutaan dolar lho.” Wanita itu bingung dan berkata, ”Tapi tuan Anda hanya perlu waktu 30 detik untuk menghasilkan mahakarya ini.” Sambil tertawa Picasso menjawab, ”Saya membutuhkan waktu 30 tahun agar dapat menghasilkan mahakarya dalam waktu 30 detik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah apa kelebihan Anda. Temukan talenta Anda, lalu berusaha keras sekuat tenaga untuk memoles talenta Anda. Ketahuilah apa yang menjadi bagian terbaik dalam hidup Anda. Anda sangat ahli dan menyenangi hal itu. Bahkan Anda terkadang gelisah ketika Anda tidak melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda seorang komunikator yang jago bergaul. Mungkin Anda ahli dalam hal memperlancar keadaan. Mungkin Anda seorang inovator yang mampu melahirkan sesuatu yang baru. Mungkin Anda orang yang tekun menjalankan bisnis walau hasilnya kecil namun volumenya besar. Atau Anda seorang yang ahli memberikan nilai tambah sehingga Anda mampu menjual produk yang sama namun dengan harga yang jauh lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temukan kelebihan Anda, lalu kembangkan. Fokuslah pada kelebihan Anda dan terus menerus diasah, lakukan perbaikan terus menerus, dan berkomitmenlah untuk menjadi yang terbaik di bidang Anda. Saya yakin tak lebih sepuluh tahun dari sekarang Anda akan menjadi orang yang hebat di bidang Anda. Mungkin orang akan membicarakan atau menulis tentang Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari bertaruh dengan saya. Jika Anda sudah menemukan talenta Anda dan mencurahkan waktu setiap hari untuk mengasah talenta itu dan terus menerus memperbaikinya serta berkomitmenlah untuk menjadi yang terbaik di bidang itu, tak lebih dari 10 tahun yang akan datang Anda telah menjadi seorang yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu bawalah hadiah kepada saya, karena saya telah memenangkan pertaruhan ini. Bila Anda gagal, itu karena Anda ingin hebat di semua hal sehingga fokus Anda pecah. Akhirnya Andapun tak mendapatkan semua hal itu. (***)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Jamil Azzaini&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.antaranews.com/jeda/?i=1261140508" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;&lt;span&gt;http://www.antaranews.com/&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;jeda/?i=1261140508&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9212564547014288640-8926404246902697760?l=raficomputer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raficomputer.blogspot.com/feeds/8926404246902697760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9212564547014288640&amp;postID=8926404246902697760' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/8926404246902697760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/8926404246902697760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raficomputer.blogspot.com/2009/12/fokuslah-bila-ingin-hebat.html' title='Fokuslah Bila Ingin Hebat'/><author><name>RAFI COMPUTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15586694593084359235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-CtPVesIom5Q/TuhswMxiSHI/AAAAAAAAABc/vsFJthwLQQs/s220/6772_1130300736588_1199336455_30358324_6250320_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9212564547014288640.post-5723897277185004959</id><published>2009-12-21T08:57:00.005+07:00</published><updated>2009-12-21T09:06:19.611+07:00</updated><title type='text'>Menghargai Anak Sebagai Individu</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CRAFISE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CRAFISE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CRAFISE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Anakmu bukanlah anakmu. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Mereka putra-putri kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Mereka datang melalui engkau tapi bukan dari engkau.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Dan walaupun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan kepunyaanmu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Kau dapat memberi mereka cinta kasihmu tapi tidak pikiranmu. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Sebab mereka memiliki pikirannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Kau bisa merumahkan tubuhnya tapi tidak jiwanya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Sebab jiwa mereka bermukim di rumah masa depan, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Yang tiada dapat kau sambangi,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Bahkan tidak dalam impian-impianmu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Kau boleh berusaha seumpama mereka,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Tapi jangan berusaha membuat mereka seperti dirimu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Sebab kehidupan tiada surut ke belakang, pun tiada tinggal bersama hari kemarin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Engkaulah busur dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Sang Pemanah membidik tanda sasaran di atas jalan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Puisi tersebut menyiratkan bahwa setiap anak terlahir sebagai individu yang unik dan bebas mengekspresikan dirinya. Walaupun orang tua tidak bisa merumahkan jiwa mereka, orang tua dapat menjalankan peran dan tugasnya sebagai pembimbing anak agar keunikan dan potensi anak dapat distimulasi dengan tepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div face="lucida grande" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Setiap anak adalah amanah dari Yang Mahakuasa. Peran dan tugas orang tua sebagai pembawa amanah, tentunya membutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang cara menjaga amanah dengan baik dan memberikan bimbingan yang tepat. Beratnya beban dan tanggung jawab sebagai orang tua terkadang secara tidak disadari membuat orang tua lupa bahwa anak-anaknya adalah individu yang unik. Individu yang perlu mendapatkan pembimbingan dan dihargai sebagai pribadi, bukan dibatasi kesempatannya untuk mengembangkan diri ataupun dipaksa menjadi orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div face="lucida grande" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Harapan orang tua tentang keberhasilan anak di masa depan adalah harapan yang sangat manusiawi. Setiap orang tua tentunya berharap anaknya meraih keberhasilan dalam kehidupan mereka di masa depan. Namun, orang tua sering lupa bahwa keberhasilan anak di masa depan, sejatinya adalah keberhasilan yang datang dari kebahagiaan anak. Artinya, orang tua tidak dapat memaksakan kehendak atau cita-cita pribadi agar diwujudkan oleh anak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Paksaan = beban&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Sering kita dengar keluhan anak bahwa ia memilih suatu jurusan tertentu di pendidikannya atau mengikuti kursus dan les tertentu karena disuruh orang tua, padahal ia tidak sungguh-sungguh menyukai jurusan, kursus, ataupun les tersebut. Terdapat banyak kasus di mana orang tua membebankan cita-cita orang tua yang tidak tercapai kepada anaknya dan berharap anak mampu meraih cita-cita orang tua tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Keterpaksaan yang dijalani anak karena tuntutan orang tua, tentunya tidak membawa kebahagiaan bagi anak. Ia akan mengalami banyak kesulitan melakukan hal-hal yang dituntutkan padanya karena ia tidak betul-betul menikmati situasi tersebut. Ketika ini terjadi, tentunya anak tidak akan dapat sungguh-sungguh mencapai prestasi yang diharapkan orang tua. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Di satu sisi, ini akan menjadi beban bagi anak karena ia merasa tidak menyukai kegiatan itu dan melakukannya dengan keterpaksaan. Beban ini tentunya dapat berdampak pada berbagai sisi lain dalam kehidupan mereka. Orang tua mungkin akan mengeluhkan bahwa anak menjadi mudah marah atau memberontak terhadap tuntutan orang tua. Di sisi lain, anak mungkin tidak dapat mencapai prestasi optimal dan berpeluang menumbuhkan perasaan bersalah pada diri anak karena ia tidak mampu memenuhi keinginan orang tua. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Bagi orang tua, ketidakmampuan anak bisa dimaknakan sebagai kurangnya usaha dari anak untuk mencapai prestasi maksimal. Mungkin orang tua menjadi lupa bahwa anak tidak benar-benar menyukai kegiatan tersebut. Orang tua bisa jadi semakin menuntut anak untuk berprestasi lebih maksimal. Tindakan ini berpeluang menimbulkan konflik pada aspek-aspek lain dalam kehidupan anak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Penghargaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Tuntutan berlebihan dari orang tua dan keterpaksaan yang dilakukan oleh anak ini, tentunya akan menyulitkan bagi orang tua maupun anak. Oleh karena itu, perlu kiranya orang tua melakukan perenungan kembali mengenai apa tujuan pendidikan yang akan dilakukan oleh orang tua pada anak-anak mereka. Dalam hal ini, penghargaan terhadap anak adalah unsur utama yang harus dipertimbangkan sebagai jembatan untuk mengantar mereka mengikuti pendidikan yang mereka sukai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Seyogianya, orang tua menjalankan perannya sebagai pembimbing bagi anak. Dalam arti, penghargaan pada anak juga diarahkan pada penghargaan terhadap pilihan anak atas suatu kegiatan tertentu dengan tetap memberikan pengarahan yang dibutuhkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Dalam perannya sebagai pembimbing, orang tua hendaknya menjadi sumber informasi tentang berbagai jurusan, kegiatan kursus dan les yang dapat menstimulasi perkembangan anak dengan lebih baik. Orang tua juga hendaknya menjadi sumber informasi mengenai profesi, cita-cita yang dapat dipilih anak, peran dan tanggung jawab profesi tersebut serta prospeknya di masa depan. Tentunya ini dilakukan tanpa unsur memaksa anak untuk memilih salah satu yang orang tua inginkan. Pilihan ada di tangan anak, tetapi orang tua tetap memberikan bimbingan dan diskusi tentang berbagai alternatif tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Menghargai anak sebagai individu, juga dapat dilakukan oleh orang tua dengan senantiasa mendengarkan keluhan dan pendapat anak. Keluhan yang disampaikan anak kepada orang tua adalah cermin bahwa orang tua dipandang sebagai pribadi yang kompeten oleh anak sehingga patut dimintai pendapat. Selain itu, orang tua juga dipandang sebagai orang terdekat sehingga anak merasa nyaman berkeluh kesah pada orang tuanya karena yakin bahwa orang tua akan membantu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Di sisi lain, orang tua juga patut menghargai pendapat anak. Sesederhana apa pun pendapat anak jika orang tua mendengarkan dan memberikan respons positif, tentunya akan dimaknai sebagai penghargaan oleh anak. Penghargaan ini akan menumbuhkan rasa bangga pada diri anak bahwa ia dianggap kompeten oleh orang tua dan anak akan merasakan bahwa ia dihargai. Relasi mutualisme ini akan memupuk saling pengertian antara orang tua dan anak sehingga potensi konflik di usia remaja dapat sedikit diminimalisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Menghargai anak sebagai individu adalah juga menghargai minat dan potensi yang dimilikinya. Tidak sepatutnya orang tua melakukan pembandingan kemampuan anak yang satu dengan anak lainnya karena sesungguhnya tiap anak lahir dengan potensi dan kemampuan berbeda. Stimulasilah anak sesuai dengan arah minat dan potensinya. Sangatlah bijak jika orang tua tidak menuntut anak melakukan sesuatu yang di luar batas kemampuan anak. Tidak semua anak harus menjadi juara I, tapi semua anak harus menjadi diri sendiri yang memiliki potensi yang distimulasi dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Menghargai anak sebagai individu adalah juga menghargai kepribadiannya yang unik. Ada anak yang mudah tersentuh emosinya, ada anak yang memiliki empati yang tinggi, ada anak yang rasional, ada anak yang sedikit keras kepala, dan sebagainya. Pribadi-pribadi unik ini perlu mendapatkan pembimbingan yang tepat dan bersifat individual. Bimbingan untuk anak yang satu belum tentu cocok untuk anak yang lain. Oleh karena itu, pemahaman karakter tiap anak adalah penting untuk dapat membantu tumbuh kembang anak menjadi jauh lebih baik. Pahamilah kelebihan dan kekurangan tiap anak sehingga pendekatan yang akan dilakukan orang tua pada tiap anak menjadi bersifat eksklusif dan personal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Kau boleh berusaha seumpama mereka,&lt;br /&gt;Tapi jangan berusaha membuat mereka seperti dirimu.&lt;br /&gt;Sebab kehidupan tiada surut ke belakang, pun tiada tinggal bersama hari kemarin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Semoga kita mampu merenungi kembali peran dan tanggung jawab yang telah kita lakukan sebagai orang tua untuk membantu perkembangan anak seoptimal mungkin dan tetap menghargai mereka sebagai individu. Kita harus mencoba untuk kembali meluruskan tujuan pendidikan yang akan kita berikan pada anak. Satu hal utama yang harus selalu kita ingat adalah pendidikan tersebut akan menjadi bekal bagi hidup anak di masa depan. Sehingga minat dan kemampuan serta kebahagiaan anak adalah jembatan utama untuk mengantar mereka mendapatkan pendidikan terbaik bagi mereka. Semoga kita mampu menjadi orang tua yang menghargai keunikan mereka. (Ihsana Sabriani.B/Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba)***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9212564547014288640-5723897277185004959?l=raficomputer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raficomputer.blogspot.com/feeds/5723897277185004959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9212564547014288640&amp;postID=5723897277185004959' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/5723897277185004959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/5723897277185004959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raficomputer.blogspot.com/2009/12/menghargai-anak-sebagai-individu_21.html' title='Menghargai Anak Sebagai Individu'/><author><name>RAFI COMPUTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15586694593084359235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-CtPVesIom5Q/TuhswMxiSHI/AAAAAAAAABc/vsFJthwLQQs/s220/6772_1130300736588_1199336455_30358324_6250320_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9212564547014288640.post-9090061110167773803</id><published>2009-12-20T22:27:00.002+07:00</published><updated>2009-12-20T22:28:05.621+07:00</updated><title type='text'>Menghargai Anak Sebagai Individu</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Anakmu bukanlah anakmu.&lt;br /&gt;Mereka putra-putri kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Mereka datang melalui engkau tapi bukan dari engkau.&lt;br /&gt;Dan walaupun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan kepunyaanmu.&lt;br /&gt;Kau dapat memberi mereka cinta kasihmu tapi tidak pikiranmu.&lt;br /&gt;Sebab mereka memiliki pikirannya sendiri.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kau bisa merumahkan tubuhnya tapi tidak jiwanya.&lt;br /&gt;Sebab jiwa mereka bermukim di rumah masa depan,&lt;br /&gt;Yang tiada dapat kau sambangi,&lt;br /&gt;Bahkan tidak dalam impian-impianmu&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kau boleh berusaha seumpama mereka,&lt;br /&gt;Tapi jangan berusaha membuat mereka seperti dirimu.&lt;br /&gt;Sebab kehidupan tiada surut ke belakang, pun tiada tinggal bersama hari kemarin&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Engkaulah busur dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur.&lt;br /&gt;Sang Pemanah membidik tanda sasaran di atas jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9212564547014288640-9090061110167773803?l=raficomputer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raficomputer.blogspot.com/feeds/9090061110167773803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9212564547014288640&amp;postID=9090061110167773803' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/9090061110167773803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/9090061110167773803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raficomputer.blogspot.com/2009/12/menghargai-anak-sebagai-individu.html' title='Menghargai Anak Sebagai Individu'/><author><name>RAFI COMPUTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15586694593084359235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-CtPVesIom5Q/TuhswMxiSHI/AAAAAAAAABc/vsFJthwLQQs/s220/6772_1130300736588_1199336455_30358324_6250320_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9212564547014288640.post-276671460031674547</id><published>2009-12-20T08:19:00.000+07:00</published><updated>2009-12-20T08:20:36.276+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://www.adiarifin.web.id/kenapa-banyak-orang-ingin-jadi-pns.htm" rel="bookmark" title="Permanent Link to Kenapa Banyak Orang Ingin Jadi PNS ?"&gt;Kenapa Banyak Orang Ingin Jadi PNS ?&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;        &lt;p&gt;Judul tersebut masih menjadi tanda tanya besar bagi saya. Selama ini saya lebih sering ketemu dengan orang-orang yang sangat berminat untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan alasan jaminan hari tua, mereka beralasan seolah-olah masa depan sudah ‘aman dan nyaman’ dengan menjadi PNS. Jarang sekali bahkan hampir tidak pernah saya jumpai orang yang sama sekali tidak berminat menjadi PNS.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-9"&gt;&lt;/span&gt; Begitulah memang seperti yang dikatakan pleh para pebisnis “watak orang Indonesia, merasa terbuai dengan’kenyamanan’”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada beberapa alasan mengapa orang ingin menjadi Pegawai pemerintah, antara lain:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Aman dan Nyaman, karena kalau di swasta katanya nanti bisa nggak dipakai orang lagi, dipecat, dlsb. Motivasi ini jelas bibit dari sifat PGPS (pinter goblok pendapatan sama). Kalau jadi PNS aman, gak bakalan dipecat mau segoblok apa juga. Mau kerja rajin, mau kerja malas, mau kreatif atau dongok, tetap aman dah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;- Pensiun, ini cukup make sense dan manusiawi, tapi apa mereka tidak tahu bahwa perusahaan2 swasta pun banyak yang memiliki program dana pensiun, dan kenapa tidak setinggi itu animo untuk bekerja di swasta? mungkin kembali ke poin di atas.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;- Mau jadi kaya, nah ini nih… jarang diungkapkan, tapi kalau mau disurvey secara jujur inilah motivasi utama mayoritas orang yang mau jadi PNS.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;- Kebanggaan, hmm… mungkin juga, meskipun saya gak tahu di mana harus bangganya. Memang ada beberapa profesi yang membanggakan atau menurut saya mereka patut bangga dengan itu seperti peneliti ilmiah, dosen, guru (salut untuk yang ini) atau profesi2 yang memang membutuhkan kompetensi tinggi, untuk profesi-profesi seperti ini tentunya tidak berlaku “if I am just a little bit dumber, then I will be a PNS”. Tapi yang lainnya, bangga??&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;7-8 tahun lalu, di sebuah artikel di harian Kompas, saya baca tulisannya Alm Romo Mangun, doi menulis tentang sistem kependidikan kita dan kenapa orang begitu berminat menjadi PNS (birokrat). Rupanya, menurut analisis doi, kita ini masih mewarisi mental inlander dari jaman kolonial dulu, di mana orang dididik untuk menjadi patuh dan taat pada pemerintah sehingga bisa menjadi ambtenaar (PNS di jaman kolonial). Menjadi ambtenaar itu jabatan terhormat di masyarakat waktu itu, dan rupanya masih terbawa hingga sekarang.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Yang juga masih terbawa adalah paradigma bahwa mereka adalah bagian dari kekuasaan (penguasa), bukan pelayan rakyat atau pembayar pajak.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Sehingga, kata Romo Mangun, pernah ada penelitian tentang cita-cita pelajar di dunia. Di Amrik, jika ditanya cita-citanya, para pelajar di sana mengatakan mereka ingin menjadi pengusaha, eksekutif perusaahaan multi nasional, pengacara, dll. Di Iran, pelajarnya ingin menjadi ulama dan tokoh syiah. Di Indonesia, pelajarnya ingin menjadi PNS.&lt;/em&gt; (&lt;a target="_blank" title="jadi PNS ? why ?" href="email-post.g?blogID=8637372&amp;amp;postID=110309410688468840"&gt;&lt;em&gt;http://www.blogger.com/email-post.g?blogID=8637372&amp;amp;postID=110309410688468840&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Anehnya lagi, banyak orang yang rela membuang-buang hartanya demi PNS ! Banyak dari mereka rela mengeluarkan uang hingga seratus juta rupiah ! ( ini nggak masuk di logika saya)&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Di tengah kritik inefisiensi birokrasi, pemerintah malah menambah jumlah PNS sebanyak 200.000 orang. Busyet dah. Total jumlah PNS di Indonesia sekitar 4 juta orang, artinya 1 dari 50 orang penduduk republik ini adalah PNS.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Seorang teman yang jadi PNS di suatu kelurahan di Kepri pernah menyatakan bahwa inefisiensi sistem pemerintahan itu terlalu tinggi, jika sistem dibenahi (tanpa dukungan IT) kelurahan tersebut cukup dilayani 3-4 orang pegawai saja, sedangkan saat itu jumlah PNSnya 12 orang.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Sebetulnya kritik inefisiensi terhadap PNS itu tidak bisa dibuat sama rata, karena ada beberapa sektor yang sebetulnya masih sangat butuh tenaga, misalnya guru, dokter, dll. Inefisiensi lebih kepada PNS yang menjalankan roda birokrasi, seperti yang ada di kelurahan, kecamatan, dinas-dinas, dll.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Gue heran akan motivasi yang begitu tinggi untuk menjadi PNS di tengah kondisi saat ini, di mana kompetensi kurang dihargai, korupsi yang begitu parah, nepotisme yang sudah menjadi budaya dan not to mention the low salary. Kalau dipikir dengan hukum ekonomi kayanya gak make sense sama sekali. Karena pengorbanan yang harus dikeluarkan besar sekali, untuk pekerjaan yang… Padahal di swasta banyak sekali pekerjaan yang bisa dilakukan tanpa perlu pengorbanan sebesar itu.Ã‚Â &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Imam Hasan Al Banna pernah berkata, “Sesempit-sempitnya rezeki adalah PNS”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita juga tahu bahwa gaji PNS adalah kecil, tapi kata seorang peminat PNS beralasan “Kita kan bisa hidup sederhana, kita juga bisa cari tambahan lain”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hmmm…bukan berarti saya anti dengan Pegawai pemerintah alias PNS, tapi…saya lebih tertarik menjadi ‘bosnya PNS’ &lt;img src="http://www.adiarifin.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pilih mana: &lt;strong&gt;Berpenghasilan tetap&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;tetap berpenghasilan &lt;/strong&gt;?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9212564547014288640-276671460031674547?l=raficomputer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raficomputer.blogspot.com/feeds/276671460031674547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9212564547014288640&amp;postID=276671460031674547' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/276671460031674547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/276671460031674547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raficomputer.blogspot.com/2009/12/kenapa-banyak-orang-ingin-jadi-pns.html' title=''/><author><name>RAFI COMPUTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15586694593084359235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-CtPVesIom5Q/TuhswMxiSHI/AAAAAAAAABc/vsFJthwLQQs/s220/6772_1130300736588_1199336455_30358324_6250320_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9212564547014288640.post-2788121472419796695</id><published>2009-12-19T09:00:00.001+07:00</published><updated>2009-12-19T09:00:54.391+07:00</updated><title type='text'>Sedekah yang Utama</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;img style="width: 224px; height: 131px;" alt="" src="http://www.lazyaumil.org/files/infak_praktis.JPG" border="0" height="305" width="253" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Shadaqah adalah baik seluruhnya, namun antara satu dengan yang lain berbeda keutamaan dan nilainya, tergantung kondisi orang yang bersedekah dan kepentingan proyek atau sasaran shadaqah tersebut. Di antara shadaqah yang utama menurut Islam adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Shadaqah Sirriyah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu shadaqah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Shadaqah ini sangat utama karena lebih medekati ikhlas dan selamat dari sifat pamer. Allah &lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt; telah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”&lt;/i&gt; (QS. 2:271)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu kita perhatikan di dalam ayat di atas adalah, bahwa yang utama untuk disembunyikan terbatas pada shadaqah kepada fakir miskin secara khusus. Hal ini dikarenakan ada banyak jenis shadaqah yang mau tidak mau harus tampak, seperti membangun sekolah, jembatan, membuat sumur, membekali pasukan jihad dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara hikmah menyembunyikan shadaqah kepada fakir miskin adalah untuk menutup aib saudara yang miskin tersebut. Sehingga tidak tampak di kalangan manusia serta tidak diketahui kekurangan dirinya. Tidak diketahui bahwa tangannya berada di bawah, bahwa dia orang papa yang tak punya sesuatu apa pun.Ini merupakan nilai tambah tersendiri dalam ihsan terhadap orang fakir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alihi wasallam&lt;/i&gt; memuji shadaqah sirriyah ini, memuji pelakunya dan memberitahukan bahwa dia termasuk dalam tujuh golongan yang dinaungi Allah nanti pada hari Kiamat. &lt;i&gt;(Thariqul Hijratain)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Shadaqah Dalam Kondisi Sehat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersedekah dalam kondisi sehat dan kuat lebih utama daripada berwasiat ketika sudah menjelang ajal, atau ketika sudah sakit parah dan tipis harapan kesembuhannya. Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Shadaqah yang paling utama adalah engkau bershadaqah ketika dalam keadaan sehat dan bugar, ketika engkau menginginkan kekayaan melimpah dan takut fakir. Maka jangan kau tunda sehingga ketika ruh sampai tenggorokan baru kau katakan, "Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian."&lt;/i&gt; (HR.al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Shadaqah Setelah Kebutuhan Wajib Terpenuhi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah &lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt; telah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah, "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.”&lt;/i&gt; (QS. 2:219)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tidak ada shadaqah kecuali setelah kebutuhan (wajib) terpenuhi." Dan dalam riwayat yang lain, "Sebaik-baik shadaqah adalah jika kebutuhan yang wajib terpenuhi." &lt;/i&gt;(Kedua riwayat ada dalam al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Shadaqah dengan Kemampuan Maksimal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan sabda Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alihi wasallam&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Shadaqah yang paling utama adalah (infak) maksimal orang yang tak punya. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu." &lt;/i&gt;(HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga bersabda,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Satu dirham telah mengalahkan seratus ribu dirham." &lt;/i&gt;Para sahabat bertanya," Bagaimana itu (wahai Rasululullah)? Beliau menjawab, &lt;i&gt;"Ada seseorang yang hanya mempunyai dua dirham lalu dia bersedakah dengan salah satu dari dua dirham itu. Dan ada seseorang yang mendatangi hartanya yang sangat melimpah ruah, lalu mengambil seratus ribu dirham dan bersedekah dengannya." &lt;/i&gt;(HR. an-Nasai, Shahihul Jami')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam al-Baghawi &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, "Hendaknya seseorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan untuk dirinya kecukupan karena khawatir terhadap fitnah fakir. Sebab boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan infak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Shadaqah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasululllah &lt;i&gt;shallallahu ‘alihi wasallam&lt;/i&gt; tidak mengingkari Abu Bakar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;yang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga beliau tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Nabi khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak hutang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar hutang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meski sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; dan juga itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin.” &lt;i&gt;(Syarhus Sunnah) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Menafkahi Anak Istri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan ini Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Seseorang apabila menafkahi keluarganya dengan mengharapkan pahalanya maka dia mendapatkan pahala sedekah." &lt;/i&gt;( HR. al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga bersabda,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ada empat dinar; Satu dinar engkau berikan kepada orang miskin, satu dinar engkau berikan untuk memerdekakan budak, satu dinar engkau infakkan fi sabilillah, satu dinar engkau belanjakan untuk keluargamu. Dinar yang paling utama adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu." &lt;/i&gt;(HR. Muslim). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.lazyaumil.org/files/antri_08.JPG" border="0" height="225" width="354" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Bersedekah Kepada Kerabat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Abu Thalhah &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; memiliki kebun kurma yang sangat indah dan sangat dia cintai, namanya Bairuha'. Ketika turun ayat,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai." &lt;/i&gt;(QS. 3:92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Abu Thalhah mendatangi Rasulullah dan mengatakan bahwa Bairuha' diserahkan kepada beliau, untuk dimanfaatkan sesuai kehendak beliau. Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alihi wasallam&lt;/i&gt; menyarankan agar ia dibagikan kepada kerabatnya. Maka Abu Thalhah melakukan apa yang disarankan Nabi tersebut dan membaginya untuk kerabat dan keponakannya.(HR. al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alihi wasallam&lt;/i&gt; juga bersabda,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Bersedakah kepada orang miskin adalah sedekah (saja), sedangkan jika kepada kerabat maka ada dua (kebaikan), sedekah dan silaturrahim." &lt;/i&gt;(HR. Ahmad, an-Nasa'i, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara lebih khusus, setelah menafkahi keluarga yang menjadi tanggungan, adalah memberikan nafkah kepada dua kelompok, yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Anak yatim yang masih ada hubungan kerabat, sebagaimana firman Allah &lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”(Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang masih ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir.” &lt;/i&gt;(QS. 90:13-16)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Kerabat yang memendam permusuhan, sebagaimana sabda Nabi,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Shadaqah yang paling utama adalah kepada kerabat yang memendam permusuhan.” &lt;/i&gt;(HR. Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzai, Shahihul jami')&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;b&gt;7. Bersedekah Kepada Tetangga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah &lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt; berfirman di dalam surat an-Nisa' ayat 36, di antaranya berisikan perintah agar berbuat baik kepada tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh. Dan Nabi juga telah bersabda memberikan wasiat kepada Abu Dzar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Jika engkau memasak sop maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu." &lt;/i&gt;(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Bersedekah Kepada Teman di Jalan Allah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dinar yang paling utama adalah dinar yang dinafkahkan seseorang untuk keluarganya, dinar yang dinafkahkan seseorang untuk kendaraannya (yang digunakan) di jalan Allah dan dinar yang diinfakkan seseorang kepada temannya fi sabilillah Azza wa Jalla." &lt;/i&gt;(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Berinfak Untuk Perjuangan (Jihad) di Jalam Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amat banyak firman Allah &lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt; yang menjelaskan masalah ini, di antaranya,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah.” &lt;/i&gt;(QS. 9:41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga firman Allah &lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” &lt;/i&gt;(QS. 49:15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sebuah hadits, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Barang siapa mempersiapkan (membekali dan mempersenjatai) seorang yang berperang maka dia telah ikut berperang." &lt;/i&gt;(HR. al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perlu diketahui bahwa bersedekah untuk kepentingan jihad yang utama adalah dalam waktu yang memang dibutuhkan dan mendesak, sebagaimana yang terjadi pada sebagian negri kaum Muslimin. Ada pun dalam kondisi mencukupi dan kaum Muslimin dalam kemenangan maka itu juga baik akan tetapi tidak seutama dibanding kondisi yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Shadaqah Jariyah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu shadaqah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang bersedekah telah meninggal dunia. Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Jika manusia meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga hal; Shadaqah jariyah, ilmu yang diambil manfaat dan anak shalih yang mendoakannya." &lt;/i&gt;(HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara yang termasuk proyek shadaqah jariyah adalah pembangunan masjid, madrasah, pengadaan sarana air bersih dan proyek-proyek lain yang dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Buletin &lt;i&gt;“Ash-Shadaqah fadhailuha wa anwa’uha”,&lt;/i&gt; &lt;b&gt;Ali bin Muhammad al-Dihami.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9212564547014288640-2788121472419796695?l=raficomputer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raficomputer.blogspot.com/feeds/2788121472419796695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9212564547014288640&amp;postID=2788121472419796695' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/2788121472419796695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/2788121472419796695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raficomputer.blogspot.com/2009/12/sedekah-yang-utama.html' title='Sedekah yang Utama'/><author><name>RAFI COMPUTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15586694593084359235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-CtPVesIom5Q/TuhswMxiSHI/AAAAAAAAABc/vsFJthwLQQs/s220/6772_1130300736588_1199336455_30358324_6250320_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9212564547014288640.post-3202156102159646134</id><published>2009-12-17T12:58:00.000+07:00</published><updated>2009-12-17T13:00:21.802+07:00</updated><title type='text'>Siapa menjamin umur sampai Dzuhur?</title><content type='html'>&lt;!-- google_ad_section_start --&gt; &lt;div class="posthead"&gt; &lt;a name="780993364374703376"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;small&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Diposkan oleh &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" class="fn"&gt;Bermanfaat Bagi Yang Lain&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" class="post-timestamp"&gt;&lt;a class="timestamp-link" href="http://pembinaanpribadi.blogspot.com/2009/11/siapa-menjamin-umur-sampai-dzuhur.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2009-11-13T09:01:00+07:00"&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/small&gt; &lt;/div&gt;   &lt;p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;بِســمِ اللهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيـم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk saudara-saudaraku yang telah Ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai dien, dan Nabi Muhammad sebagai Nabi Rasul Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuucapkan salam atas kalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ألسـلام عليكم ورحمة الله وبركاته&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kalian yang telah Ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai dien, dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Sulaiman Ibnu Abdul Malik, Khalifah ketujuh dari Bani Ummayah, rakyat memba’it Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah sebagai penerus dinasti yang dibangun oleh Shahabi Mu’awiyah bin Abu Sofyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjadi khalifah, Umar bin Abdul Aziz pernah menjabat gubernur Madinah. Beliau mempunyai beberapa orang anak, diantaranya Abdul Malik Ibnu Umar. Dia masih muda, tetapi ketaqwaan dan kezuhudannya senantiasa menghiasai lembaran hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, ketika Umar sampai di rumah sepulang mengurusi pemakaman jenazah Sulaiman Ibnul Abdul Malik, datanglah Abdul Malik menghampirinya. Ia bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, gerangan apakah yang mendorong anda membaringkan diri di siang bolong ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz tersentak dan kaget tatkala sang putra memanggilnya dengan Amirul Mukminin, bukan dengan panggilan ayah sebagaimana biasanya. Ini mengisyaratkan bahawa puteranya ingin mempertanyakan tanggung jawab ayahnya sebagai pemimpin negara bukan sebagai kepala keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku letih dan butuh isthirahat!”, jawab sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pantaskah anda beristhirahat padahal banyak rakyat yang tertindas?”, kata sang anak dengan bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai anakku,“ Umar bin Abdul Aziz , “semalaman suntuk aku menjaga pamanmu. Nanti setelah shalat dzuhur aku akan mengembalikan hak-hak orang yang teraniaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Amirul Mukminin”, Abdul Malik berkata, “Siapakah yang menjamin anda hidup sampai dzuhur, jika Allah menaqdirkanmu mati sekarang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan anaknya tersebut, Umar semakin terperangah. Beliau memerintahkan anaknya mendekat, maka diciumlah anak itu sembari berkata,” Segala puji bagi Allah yang telah mengaruniakan padaku anak yang telah membuatku menegakkan agama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya beliau peruntahkan juru bicaranya mengumumkan kepada seluruh rakyat,“ Barangsiapa yang merasa terzhalimi, hendaknya mengadukan nasibnya kepada khalifah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa . Nasihat itu begitu akurat. Datang pada saat yang tepat. Maka catat besar-besar nasihat ini, kalau perlu ditempelkan di ruang belajar dan ruang kerjamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah yang menjamin anda hidup sampai dzuhur, jika Allah menaqdirkanmu mati sekarang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah….&lt;br /&gt;janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سُبْحَانَكَ اللهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk saudara-saudaraku yang telah Ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai dien, dan Nabi Muhammad sebagai Nabi Rasul Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuucapkan salam penutup atas kalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;وألسـلام عليكم ورحمة الله وبركاته&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Deadline Your Life Ingat Mati Agar Hidup Lebih Berarti. Solikhin Abu ‘Izzuddin; Solo; Pustaka Iltizam; 2007&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9212564547014288640-3202156102159646134?l=raficomputer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raficomputer.blogspot.com/feeds/3202156102159646134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9212564547014288640&amp;postID=3202156102159646134' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/3202156102159646134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/3202156102159646134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raficomputer.blogspot.com/2009/12/siapa-menjamin-umur-sampai-dzuhur.html' title='Siapa menjamin umur sampai Dzuhur?'/><author><name>RAFI COMPUTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15586694593084359235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-CtPVesIom5Q/TuhswMxiSHI/AAAAAAAAABc/vsFJthwLQQs/s220/6772_1130300736588_1199336455_30358324_6250320_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9212564547014288640.post-599433250370675259</id><published>2009-12-08T17:27:00.000+07:00</published><updated>2009-12-08T17:34:39.703+07:00</updated><title type='text'>Promo Harga Pin Bulan Desember</title><content type='html'>&lt;table style="font-family: courier new;" border="0" cellpadding="1" cellspacing="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;Kami RAFI Computer menawarkan jasa pembuatan Pin / Bros. Pin yang kami gunakan menggunakan metode printing, sehingga desain Pin dapat berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Harga pin disesuaikan dengan jumlah pemesanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1 - 20 pcs = Rp. 3000, 00&lt;br /&gt;21 - 50 pcs = Rp. 2450,00&lt;br /&gt; 51 - 80 pcs = Rp. 2000, 00&lt;br /&gt; 80 - 100 pcs = Rp. 1700, 00&lt;br /&gt; 101 - 150 pcs = Rp. 1500, 00&lt;br /&gt; diatas 1000 pcs = Rp. 1000, 00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; harga tidak mengikat, harga diatas adalah harga nett tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bisa pesan satuan / banyak dengan desain yang berbeda-beda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kualitas terjaga, menggunakan media yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dapat ditambahkan glitter.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2"&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Negara Asal:&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="80%"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Harga:&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="80%"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;disesuaikan dengan jumlah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Cara Pembayaran:&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="80%"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;Transfer Bank (T/T) / datang ke Jl.Kiaracondong No.346 RAFI COMPUTER Telp.022 70977774 / 085220385302&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Kemas &amp;amp; Pengiriman:&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="80%"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;plastik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9212564547014288640-599433250370675259?l=raficomputer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raficomputer.blogspot.com/feeds/599433250370675259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9212564547014288640&amp;postID=599433250370675259' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/599433250370675259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/599433250370675259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raficomputer.blogspot.com/2009/12/promo-harga-pin-bulan-desember.html' title='Promo Harga Pin Bulan Desember'/><author><name>RAFI COMPUTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15586694593084359235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-CtPVesIom5Q/TuhswMxiSHI/AAAAAAAAABc/vsFJthwLQQs/s220/6772_1130300736588_1199336455_30358324_6250320_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9212564547014288640.post-8085186918308620467</id><published>2009-12-07T11:12:00.001+07:00</published><updated>2009-12-07T11:13:18.097+07:00</updated><title type='text'>Penjualan PIN dan gantungan bergambar murah di Bandung</title><content type='html'>Kami dari RAFI Computer, memProduksi pin, menjual bahan pin.&lt;br /&gt;Gantungan Kunci pembuka tutup botol 44mm &amp;amp; 58mm, Pin Magnet pembuka botol 44mm,&lt;span class="StyleFont3"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9212564547014288640-8085186918308620467?l=raficomputer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raficomputer.blogspot.com/feeds/8085186918308620467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9212564547014288640&amp;postID=8085186918308620467' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/8085186918308620467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9212564547014288640/posts/default/8085186918308620467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raficomputer.blogspot.com/2009/12/penjualan-pin-dan-gantungan-bergambar.html' title='Penjualan PIN dan gantungan bergambar murah di Bandung'/><author><name>RAFI COMPUTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15586694593084359235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-CtPVesIom5Q/TuhswMxiSHI/AAAAAAAAABc/vsFJthwLQQs/s220/6772_1130300736588_1199336455_30358324_6250320_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
